Selasa, 03 April 2012

PANCA DASAR PSHT

Panca Dasar PSHT PDF Afdrukken E-mailadres
Dalam PSHT kita tidak hanya belajar pencak silat atau beorganisasi tapi lebih dari itu maka dari kita mengenal adanya 5 dasar PSHT , meliputi :
1.Persaudaraan.
2.Olahraga
3.Beladiri
4.Kesenian.
5.Kerohanian / Ke – SH – an .
1. Persaudaraan :
Persaudaraan adalah suatu hubungan batin antara manusia dengan manusia yang sifatnya seperti saudara kandung  dan ini di tanamkhan sejak siswa mulai mengecap pelajaran PSHT.Dengan persaudaraan , manusia di akui dan di perlakukan sesuai dengan harkat martabatnya sebagai makhluk Tuhan yang sama derajatnya. Perlakuan ini tanpa membedakan hak dan kwajiban azasinya , kedudukan sosial ekonomi , keturunan , agama & kepercayaan , jenis kelamin dll . Yang mana Persaudaraan dalam PSHT bersifat kekal dan abadi.
2. Olahraga :
Pengertian olahraga di sini adalah mengolah tubuh / raga dengan gerakan2 pencak silat yang terdapat dalam PSHT. Adapun manfa’at bermain pencak silat :
- Memperbaiki suasana hati.
- Menumbuhkhan rasa percaya diri
- Mengurangi stress
- Menguatkhan otot tubuh .
- Membantu proses metabolisme dalam tubuh.
- Membina kekuatan , kecepatan , ketepatan dan keseimbangan .
3. Beladiri :
Dengan pencak silat yang di jiwai oleh pengenalan kepada sang pencipta dan diri pribadi maka pencak silat berfungsi sebagai alat membela diri untuk mempertahankhan kehormatan.
PSHT tidak mengajarkhan beladiri asing , karena pencak silat yang berakar pada budaya asli Indonesia tidak kalah mutunya dengan beladiri asing . Dengan demikian PSHT ikut mempertahankhan dan mengembangkan kepribadian bangsa Indonesia.
4. Kesenian :
Seni adalah keindahan , dimana kesenian dalam pencak silat dapat berbentuk permainan tunggal , ganda atau massal .
Adapun tujuan seni dalam pencak silat :
- Memelihara kaidah pencak silat yang baik dengan menumbuhkhan kelenturan , keluwesan dan keindahan gerakan yang di hubungkan dengan keserasian irama.
- Sebagai latihan dalam pengembangan aspek keserasian dan keselarasan yang di harapkhan dapat berpengaruh dalam sikap dan perilaku hidupnya.
    
5. Kerohanin / Ke – SH – an :
Di dalam PSHT , kerohanian sering di sebut dengan ke – SH- an . kerohanian merupakan sumber azasi Tuhan YME untuk mencapai Manusia yang berbudi luhur guna kesempurnaan hidup . Adapun tujuan kerohanian dalam PSHT adalah unutk mendidik anggota PSHT yang berjiwa setia hati agar di dalam menempuh kehidupan ini memperoleh kebahagian dan kesejahteraan lahir batin dunia dan akhirat .

Ajaran PSHT
Lewat konsep pembelajaran yang terangkum dalam Panca Dasar tersebut PSHT berupaya membimbing warganya untuk memiliki lima watak dasar yaitu :

1. Berbudi luhur tahu benar dan salah serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Pemberani dan tidak takut mati.
3. Berhadapan dengan masalah kecil dan remeh mengalah, baru bertindak jika menghadapi masalah           prinsip yang menyangkut harkat dan martabat kemanusiaan.
4. Sederhana.
5. Mamayu Hayuning Bawana (berusaha menjaga kelestarian, kedamaian, dan ketentraman hati).

Melengkapi eksistensi sebagai organisasi cinta perdamaian, PSHT memformat warganya lewat beberapa butir filsafat perjuangan hidup, antara lain:

1. Sepiro gedhining sengsoro yen tinompo amung dadi cobo(seberat apapun cobaan yang diterima manusia jika dijalani dengan lapang dada akan diperoleh hikmah yang tidak terkira.)
2. Sak apik-apike wong yen aweh pitulungan kanthi dhedhemitan (Sebaik-baiknya manusia jika memberikan pertolongan dengan ikhlas tanpa pamrih dan tidak perlu diketahui orang lain).
3. Aja waton ngomong ning ngomong kang ngango waton (jangan suka berbuat jelek pada sesama berbuatlah kebajikan pada sesama).
4. Aja seneng gawe ala ing liyan, apa alane gawe senenge liyan (jangan suka mencelakakan orang lain, tidak ada jeleknya membuat senang orang lain).
5. Aja sok rumangsa bisa, nanging sing bisa rumangsa (jangan merasa diri paling super, tapi sadar diri dan sadar akan keberadaan orang lain).
6. Ngundhuh wohing pakarti, sapa nandur bakal ngundhuh (segala darma pasti akan berbuah, apapun perbuatan yang kita lakukan pasti akan kembali pada diri kita sendiri).
 

Jumat, 30 Maret 2012

ARTI LAMBANG PSHT

 1. Segi empat panjang
- Bermakna Perisai.

2. Dasar Hitam
- Bermakna kekal dan abadi.

3. Hati putih bertepi merah
- Bermakna cinta kasih ada batasnya.

4. Merah melingkari hati putih
- Bermakna berani mengatakan yang ada dihati/kata hati.

5. Sinar
- Bermakna jalannya hukum alam/hukum kelimpahan.

6. Bunga Terate
- Bermakna kepribadian yang luhur.

7. Bunga terate mekar, setengah mekar dan kuncup
- Bermakna dalam bersaudara tidak membeda-bedakan latar belakang.

8. Senjata silat
- Bermakna pencak silat sebagai benteng Persaudaraan.

9. Garis putih tegak lurus ditengah-tengah merah
- Bermakna berani karena benar, takut karena salah.

10. Persaudaraan Setia Hati Terate
- Bermakna mengutamakan hubungan antar sesama yang tumbuh dari hati yang tulus, ikhlas, dan bersih.
- Apa yang dikatakan keluar dari hati yang tulus.
- Kepribadian yang luhur.

11. Hati putih bertepi merah terletak ditengah-tengah lambang
- Bermakna netral.
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh yudi terate pulau andalas

Sabtu, 24 Maret 2012

Petuah Ketua Umum SH Terate (5)

Petuah Ketua Umum SH Terate (5)



Ajaran SH Terate dan Pucak Gunung Lawu

Ajaran SH Terate paling pokok adalah senam, jurus, pasangan, sambung. Itu pokok. Di tengah itu diajari permainan toya, permainan kripen. Ora iso toyak, ora iso kripen, ora iso glati, (Tidak bisa toya, tidak bisa kripen, tidak bisa belati – pen) ndak masalah. Karena itu ajaran tambahan.

Kemudian pelajaran terakhir, latihan ousdower, peregangan, ousdower. Jadi yang di muka (senam, jurus, pasangan, sambung -pen) sudah mampu, belakang ndak apa-apa. Kalau ada waktu diajari. Baru (setelah itu – pen) siswa diajari pendidikan rohani yang dikenal dengan ke-SH-an. Ya itu saja.


Saya berpesan, tolong segala sesuatu (segala laku – pen) milik pribadi jangan dianggap ajaran SH Terate. Saya anak didik almarhum (Alm. RM. Imam Koesoepangat). Tidak pernah almarhum itu bicara bahwa inilah ajaran SH Terate. Saya sering diajak tirakatan. Baik naik ke Gunung Lawu maupun ke pantai selatan. Tapi almarhum tidak pernah mengatakan, apa yang dilakukan itu ajaran SH Terate. Itu laku almarhum. Karena almarhum semasa hidupnya memang suka tirakat.

Kemudian soal acara naik ke puncak Gunung Lawu. Banyak saudara kita yang salah tafsir terhadap kegiatan ini. Mereka menganggap naik ke Puncak Gunung Lawu itu sebagai bagian dari ajaran kerokhanian SH Terate. Ada pula yang mengaitkan dengan ajaran klenik. Saya katakan, tujuannya bukan itu. Bukan. Itu (laku alm. Imam Koesoepangat – pen), milik pribadi yang ditularkan dari almarhum.

Dalam perkembangannya, itu jadi kegiatan bagi calon Tingkat II yang akan disyahkan. Pertanyaannya, apakah prasyarat mau disyahkan ke Tingkat II, mesti naik ke Gunung Lawu? Sebetulnya tidak begitu. Saya dulu mau masuk ke tingkat II testingnya ngubengi (berlari mengitari – pen) Kota Madiun. Waktunya dibatasi, paling lama 40 menit (waktunya dibatasi hanya 40 menit – pen). Kemudian berkembang, orang mau masuk ketingkat II harus mampu berjalan dari Plaosan ke Sarangan. Kalau ke puncak Lawu ndak. Perkembangan selanjutnya dari Tawang Mangu ke puncak Lawu. Itu apa? (Sebenarnya tujuannya apa? – pen). Hanya dites mentalnya. Calon tingkat II itu punya kemauan keras apa tidak.

Kalau di SH Terate itu madhep karep, mantep, sakehing loro, gedhening pati wani nglakoni Gusti Allah gak sare (besar tekadnya dan berani menghadapi tantangan, Allah tidak pernah tidur – pen) . Maksudnya, kalau kamu berpijak rebah alur sadedek sapengawe (instropeksi – pen) sejak dari awal, tidak ada kamus tidak bisa. Jadi harus berupaya. Tidak mengenal putus asa.

SH Terate tidak membuka mata, kadangnya melakukan puasa (tirakat). Itu urusan pribadi-pribadi. Silakan, tapi bukan urusan SH Terate. Silakan kalau mau puasa. Misalnya puasa Senin-Kamis, seperti diajarkan Nabi Muhammad. Itu sunah Rasul untuk umat yang beragama Islam. Kemudian puasa setiap bulan Suro. Ada lagi puasa Rajab. Terus puasa Syawal.

Semua itu, saya tidak akan melarang. Karena baik. Yang saya tidak sepakat adalah jika saudara melakukan puasa ini itu dan mengekspose, bahwa itu ajaran SH Terate. Tidak ada itu ajaran di SH Terate.

Kalau saya harus jujur, puasanya orang SH Terate adalah puasa batin. Itu dilakukan sepanjang hidup, sebagai upaya instropeksi diri. Belajar membersihkan hati. Biar hati kita bersih. Berkilat dan dicintai Tuhan Yang Maha Esa.

Sebab. Tujuan akhir ajaran di SH Terate adalah bersama-sama menyingkap tabir di mana Sang Mutiara Hidup bertahta. Bukan mengejar kesaktian dan adigang-adung adiguna. Tapi yang kita kejar, yang kita cari adalah ridlo Allah. Tuhan Yang Maha Esa. Ini sesunggunya yang harus kita yakini. Sebab apa pun yang kita peroleh, jika itu ridlo Allah, kehendak atau pilihan Tuhan, pasti berakhir baik. Barokah. Kebahagiaan, ketentraman, dan kedamaian dalam hidup ini tak bisa menandingi ridlo dan barokah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Diposting dari hasil wawancara langsung dengan Ketua Umum SH Terate, H. Tarmadji Boedi Harsono,SE, oleh Andi Casiyem Sudin.

Petuah Ketua Umum Sh Terate (4)

Petuah Ketua Umum Sh Terate (4)



SH Terate Kumpulan Orang Yang Bertaqwa

Dikutip dari hasil wawancara langsung dengan Ketua Umum SH Terate, H. Tarmadji Boedi Harsono,S.E, oleh Andi Casiyem Sudin

Assalamualaikun Wr Wb
SH Terate adalah kumpulan orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah. Tapi fenomena sekarang ini, banyak saudara kita yang mencoba menyeret SH Terate ke sana kemari. Sekarang fenomena politik. SH Terate terseret. Apakah orang SH Terate tidak boleh berpolitik. Tidak. Orangnya berpolitik monggo. Tapi SH Teratenya tidak.

Yang dicari, dibina, digali dan dipertahankan di SH Terate adalah pendidikan budi luhur. SH Terate kumpulan orang-orang yang taqwa ke Allah. Kalau sekarang banyak warga yang ikut grup itu ini. Kemudian SH Terate dibawa. Ini berbahaya.Saya berpesan jika di SH Terate, jangan bicara politik. Orang SH Terate bisa berpolitik. Harus paham apa itu politik. Tapi tidak boleh membawa organisasi ke politik. Sebab dampaknya, sekarang kita rasakan. Persaudaraan di tubuh SH Terate, memudar. Bukan pecah, bukan. Tapi memudar. Sebab, tidak ada dalam ajaran SH Terate itu mantan saudara. Kalau mantan istri atau mantan suami ada. Mantan pejabat banyak. Tapi mantan saudara tidak ada.

Sebab persaudaraan di SH Terate itu persaudaraan yang utuh. Tidak memandang siapa aku siapa kamu. Apa latar belakangmu dan apa latar belakangku. Tidak terjebak hegomoni keduniawian, seperti harta, benda, martabat. Yang ada di SH Terate adalah jalinan persaudaraan yang saling sayang menyayangi dan bert
anggung jawab.

Kanapa seperti itu, sebab pada dasarnya manusia itu sama. Makhluk Tuhan Yang Mahaesa. Dan hanya orang yang dikasihi, orang yang bertaqwa itu yang derajatnya paling tinggi di depan Allah.

Kalau begitu, apakah SH Terate sekarang ini kehilangan jati diri? Tidak! Tapi terkotori. Contoh dalam berpolitik. Kita tidak melarang saudara berpolitik. Tapi tabu, bagi kita untuk membawa- bawa bendera organisasi SH Terate ke kancah politik.
Lambang organisasi kita Bunga Terate. Bunga yang indah. Bunga yang hidup di lumpur, tapi kalis kotoran. Tujuan organisasi kita adalah mendidik manusia berbudi luhur tahu benar dan salah, beriman dan bertaqwa kepada Allah, Tuhan Yang Mahaesa.

SH Terate bukan mutlak paguron. Maka tidak ada guru dan murid. Dulu pendiri SH Terate, Pak Hardjo Utomo itu tidak mau dipanggil guru. Tapi oleh anak didiknya dia dijuluki Ki Hajar. Artinya pendidik. Konteksnya, di SH Terate yang ada adalah kakak dan adik. Karena itu, dalam memberi pelajaran ya, tidak ada pelajaran yang disembunyikan. Semuanya diberikan melalui tahapan-tahapan. Karena kita seperti kakak adik. Bagaimana kakak adik ini bisa menjadikan manusia berbudi luhur.

Karena itu, sekarang ini tidak ada kata lain bagi SH Terate, kecuali kembali kepada jati diri. Mengapa kembali ke jati diri. Karena kalau saya biarkan kasihan SH Terate. Kembali jati diri kembali ke platform SH Terate dan tujuan serta misi SH Terate sejak didirikan. Yakni, mengumandangkan persaudaraan. Langkahnya adalah mendidik, menciptakan manusia berbudi luhur. Ilmunya mengenal diri sendiri sebaik-baiknya.

Dasar persaudaraan di SH Terate saya ulang lagi, menekankan pada kita bahwa manusia hidup itu pada dasarnya sama. Berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Didikan di SH Terate juga begitu. Senamnya sama, jurusnya sama, pasangannya sama. Sambungnya ya sambung persaudaraan. Gak emosi. Tidak ngumbar nafsu.

Sejak didirikan SH Terate ini mengemban persaudaraan, yang berlatar pencak silat. Ilmunya mengenal diri sendiri. Pencaknya menganut aliran Setia Hati (SH). Organisasinya paseduluran dengan lambang bunga terate.

Jumlah jurusnya tertentu, senam tertentu, sambung tertentu. Tidak ada beda, semuanya di berikan. Soal pinter atau tidak tergantung kemampuan siswa. Bakat tidak. Tapi semua itu tataran lahir. Di dalamnya ada ajaran kerokhanian. Ajaran untuk membersihkan hati. Ajaran yang mengharuskan warga SH Terate bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa. Sehinga, Allah mengangkat derajat kita ke derajat tertinggi.

Wassalamualaikum Wr Wb.

Petuah Ketua Umum SH Terate (3)

Petuah Ketua Umum SH Terate (3)


Petuah Ketua Umum SH Terate (3)
dari 7 Tulisan

Tirakat Orang SH Terate
Assalamualaikum Wr Wb

Tulisan ini dikutip dari hasil wawancara saya Andi Cs Kisbandiyo alias Andi Casiyem Sudin dengan Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, H. Tarmadji Boedi Harsono,S.E, tanpa editing


Kunci keberhasilan hidup itu sebenarnya hanya satu. Kalau kita dikasihi Allah SWT, hidup kita akan bahagia. Hanya manusia itu kurang bersyukur. Kita kadang-kadang hanya ngersulo (mengeluh), merasa kecewa. Dan kikir dalam berterimakasih.

Di SH Terate tidak ajaran mengeluh. Tidak ada ajaran nggresulo. Kita dididik untuk menjadi orang yang pantang menyerah. Orang Terate itu kalau bisa sing gedhe tirakate, harus banyak tirakat. Dalam hal apa saja. Gak kemrungsung. Tidak emosional, tidak gusar, tidak adigang adigung, adiguno.

Jadi hari-hari orang-orang SH Terate itu dipenuhi tirakat. Rialat dan selalu bersyukur menerima suratan Allah. Bagaimana cara orang SH Terate tirakat?

Contohnya saya ini, Saya ini ya mas, ini mohon maaf. Saya orang berkeluarga. Saya punya istri, punya anak. Mestinya, sekarang ini saya mendamping istri dan anak-anak. Tapi mereka saya tinggal karena saya harus menemui kadang-kadang SH Terate. Saya tinggalkan istri saya sendiri, ini namanya tirakat, dalam sekala paling ringan.

Contoh lain, sehari ini saya sudah berniat hanya makan sekali. Biarpun saya dihadapkan makanan dari manapun saya tidak beli, saya tidak akan makan. Ada lagi contoh tirakat yang lain. Misalnya, selama satu minggu saya tidak akan makan kecuali jam 6 sore saya baru makan. Kemudian malamnya saya berniat tidur paling lama empat jam, besuknya lagi juga sudah tidak makan. Ini namanya jarang-jarangi, atau ngurang-ngurangi.

Niatnya bagaimana? Tidak perlu macam-macam. Niat tirakat untuk menjaring kasih Allah. Biar dikasihi Allah. Disayang Allah. Dengan begitu, kita akan merasa dekat dengan Allah. Sehingga hati ini merasa tentram gelombang apapun yang dihadapi dia akan mesem gak akan gentar.

Tapi sayangnya orang sekarang ini sukanya instant. Seperti Mie instant. Pengin makan mie, tinggal masukkan ke gelas tuangkan air jadi mie dan langsung makan. Tidak mau repot-repot. Tidak mau nanam dulu, tapi ingin langsung panen. Kalau mau nandur, mau nanam, hanya sedikit, tapi ingin panen yang banyak. Lo kalau begini, kamus dari mana kita bisa panen. Ndak ada kamus orang ndak mau nanam kok panen.

Didikan di SH Terate itu mendidik jiwa. Yang kita bangun adalah jiwa.Itu butuh waktu. Butuh kesabaran dan kesempatan. Tidak sehari dua hari jadi. Tidak seperti membalik titu yang mengendalikan ini lo dak bisa membangun jiwa tidak seperti membalik telapak tangan.

Membangun fisik kuat bisa diformat dalam waktu sebulan dua bulan. Contohnya, melatih atlet. Tapi, membangun jiwa, memasukkan ajaran budi luhur, bmemutuh waktu panjang dan terus menerus. Nah, yang kita bangun itu kedua-duanya. Jiwa dan raga. Lahiriah dan batiniah. Kita diarahkan menjadi manusia berbudi luhur. Bagimana orang berbudi luhur itu ? Paling mudah orang berbudi luhur itu tidak dakwen salah open.

Kita tidak dididik untuk tidak mencampuri persoalan orang lain. Kita tidak usil. Contohnya, ada kadang datang ke rumah saya. Biarpun saya tahu dia berkeluarga, datang membawa anak wanitai, saya tidak rebut, tidak akan nanya siapa perempuan itu. Kecuali kadang itu sendiri memperkenalkan.
Paling banter saya hanya akan nanya, kepentinganmu apa dik.

Ini salah satu didikan kita. Tidak mau mencampuri urusan orang lain. Kecuali kalau orang itu, kadang itu minta saya menyelesaikan masalahnya. Minta tolong.

Orang budi luhur itu orang yang tidak iri dengki keberhasilan orang lain. Misalnya, ada orang lain bisa masuk pegawai negeri. Kita lantas dengki dan iri dan menduga-duga, ah itu berhasil karena membayar uang, istilahnya ya nyogok. Ndak boleh itu. Yang harus kita lakukan adalah, ikut seneng jika melihat kadang SH Terate berhasil. Seneng jika melihat bisa beli mobil.

Jadi kita tabu ngurusi dan mencampuri urusan orang lain. Sebab itu akan membuat kita jadi resah sendiri. Hati jadi tidak tenang. Tidak damai. Pancarkan sinar kasih. Yang ada di hati nurani kita hanya prasangka baik. Prasangka luhur. Sehingga, keluarnya pun luhur. Omong ya enak di dengar. Gampang di mengerti. Ibarat ceret, kalau air dalam ceret itu jernih, keluar air di gagangnya juga jernih. Tapi kalau airnya keruh, keluarnya pun keruh.Omong urakan seenaknya sendiri. Sikapnya juga urakan. Gak ngerti umpan papan. Dupeh iso gelut, tidak menghargai orang lain. Merasa dirinya paling super.

Yang saya sebut di atas itu, tirakat batin. Karena batin kita juga butuh tirakat. Paling sederhana, selalu berpikiran baik pada orang lain. Gak demen ngrasani. Tidak suka mengumpat atau menggunjing. Jika ini yang kita lakukan, hati kita jadi bersih. Resik. Dan Sihing Gusti Allah, pasti akan turun menyertai kehidupan kita. (bersambung)

Wassalamualaikum Wr Wb

Petuah Ketua Umum SH Terate (2)

Petuah Ketua Umum SH Terate (2)

Assalamualaikum wr wb.

Berhadapan dengan era sekarang ini, di luar hitungan, banyak persolan yang muncul. Makanya kita harus memiliki tekad dan jangan takut menghadapi masalah. Sebab masalah itu kekasih manusia yang paling setia. Perbedaan yang ada itu menjadikan indah dunia ini. Tanpa masalah tanpa perbedaan, dunia ini akan sunyi.
(Petuah ini dikutip dari pesan Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, H. Tarmadjo Boedi Harsono,S.E, oleh saya, Andi Casiyem Sudin alias Andi Cs Kisbandiyo, pada calon warga baru di Ponorogo, Jawa Timur)

Kalau bicara tentang tantangan dan rintangan, itu hampir-hampir tidak pernah berhenti. Kita kumandangkan satu didikan yang luhur. Tapi kenyataan di tengah masyarakat tantangannya, waduh (berat dan beragam– pen). Kalau diteliti telinga ini jadi panas, hati jadi umob (mendidih-pen).Tapi kita kembali lagi bahwa seorang SH Tarate harus menjadi seorang SH-wan. Orang SH-wan itu orangnya berbudi bawa laksana, gung samodra pangaksami (pemaaf-pen). Dia mampu menjabarkan hidup di tengah masyarakat. Meskipun dihina, dicemooh, diolok-olok, sampai pun kadang dijegali, tapi kita hanya mesem (tersenyum).

Kita harus selalu siap memberi maaf, itulah didikan kita. Dan itu pula sebenarnya misi yang kita emban. Image bahwa SH Terate itu kumpulan orang tukang gelut (berkelahi-pen), mulai harus kita ahiri.

Tahun 2009 ini saya canangkan sebagai tahun kualitas. Kita sudah harus berani merambah kualitas. Tantangan hambatan yang paling berat, bukan dari luar. Tapi dari dalam SH Terate sendiri. Sudah siap atau belum kalau kita jadikan tahun ini sebagai tahun kualitas. Inilah yang jadi tantangan kita.

Era sekarang eranya eforia. Kalau nggak seneng terhadap kebijakan pemerintah, demo. Karena di SH Terate tidak ada pelajaran demo, dulur-dulur pakai baju lain, beramai-ramai demo. Saudara tidak sadar, bahwa masyarakat mengetahui persis siapa saudara ini. Kalau ini terus menerus, kapan SH Terate bisa mewujudkan cita-cita ikut memayu hayuning bawana.

Apa sih ikut mamayu hayuning bawono. Kita ini dituntut dididik diarah untuk menjadi panutan, menjadi pemimpin. Kalau para kadang ini masih ada satu dua yang membuat resah masyarakat, njuk kapan tokoh SH Terate ini memimpin masyarakat.

Orang SH Terate itu tdk takut hidup tidak takut mati. Karena hidup ndak minta mati ndak mendaftarkan. Pemberani dan siap menghadapi tantangan kehidupan.

Adik-adik saya yang saya hormati, sdr lahir di Bumi Warok. Warok identik pendekar. Seorang pendekar lahir harus menjadi pembela masyarakat. Bukan menjadi momok masyarakat. Kalau sdr lahir menjadi momok masyarakat, lebih baik ndak usah lahir.

Kita sudah kasihan dengan pemerintah. Pemerintah sekarang ini masih mencari bentuk, ibaratnya jalannnya masih tersandung2, Situasi kondisi keamanan masih belum menentu. Tolong, kita sbg orang SH Terae ini paling jelek tidak membuat ribut. Sukur2 bersama masyarakat menanggulangi ulah beberapa warga masyarakat yang suka membuat resah.Di tengah2 lingkungan masing2.

Ponorogo harus berani membuktikan, tahun ini kualitas, yang belum standar sesuai AD, ART minggir dulu. Yang sudah silakan. Kalau begitu saya salut. Saya kumandangakan di berbagai daerah, kemarin saya di Kaltim. Kumpul seluruh Kaltim, di Kab Kutai Kertanegara. Ini lho Ponorogo sekarang. Tolong sdr ikuti jejak Warok Ponorogo.

Begitulah sdr yang saya hormati, orang SH Terate harus dikenal jujur. Orang jujur itu omong apa adanya. Seneng ya seneng, ora ya ora. Orang jujur pasti dia juga bisa menyayang dan disayangi Yang Maha Kuasa. Orang SH Terate akan rajin melaksnakan kegiatan yang bermau darma kemanusiaan.

Maka saya kumandangkan, sadarlah bahwa sdr sekalian akan menjadi pendekar-pendekar muda yang berangkat dariSH Terate. Seorang pendekar dg ilmunya akan siap membela citra masyarakat.

Kemudian timbul pertanyaan, lho kalau begitu kita tidak boleh berkelai mas. Saya mengatakan, saya tidak melarang sdr berkelai. Nek wani gelut tak tunggoni. Siji lawan siji. Nek siji lawan siji kalah tak nyek. Kowe blajarmu karo sopo. Siapa gurumu. Kalau kamu ngroyok, tetelen bedmu, balekno ning SH Terate. Saya tidak pernah mengajarkan pada adik-adik jadi tukang kroyokan. Jadi gerombolan. Tidak. Saya ajarkan pada adik-adik jiwa ksatria. Berani karena benar dan siap menyadari kesalahan, jika salah.

Apalagi jika saudara membuat resah masyarakat. Saya sudah kumandangkan, saya tidak segan-segan menindak siapa pun yang membuat resah masyarakat.

Itu sebenarnya ajarang SH Terate. Stlh kita sdr ngerti tugas dan tanggung jawabnya. Urip ora njaluk mati ora ndaftarake mung mbok nyek sakpenakmu, tak entengna patiku. Tapi itu sdh kalau masalah-masalah prinsip. Kalau masalahnya dipandang, sepele, misalntya hanya karena uang seribu dua ribu, waduh, luwung ngalaho, mas. Sangat2 memalukan.

Sdr keluar ndak bisa lepas saya orang Ponorogo. Orang Ponorogo ndak bisa lepas seperti Warok. Jiwa satrianya muncul. Lha tolonglah apa yang dikumandang oleh ketuanya sdr, sampai dimanapun sdr akan tetap membawa nama Ponorogo. Ndak bisa tidak.

Tahun ini lebih kurng antara 30 – 35 ribu warga baru seluruh Indonesia disyahkan. Mulai dari Aceh sampai Irian, di luar negeri di Malaysia. Mereka berangkat dari berbagai kalangan . Dan kalau sudah masuk di dalam satu areal semacam ini yang ada saya hanya satu, saya, saudara sekalian ini adalah wargaSH Terate. Titik.bajunya hitam2, lambang saya pakai hati berwana putih berbatas merah bersinar, dengan hati yang bersih kita pancarkan cinta kasih sesama umat manusia.

Kita bangun persaudaraan yang berangkat dari hati yang bersih ndak akan melihat latar belakang yang dimil;ik A, ndak perlu, ndak perduli kamu sekwilda, ndak perduli kamu pak camat, ndak itu tukang becak ndak itu jendral.Begitu masuk di sht yang ada kita sama-sama umatnya Allah. Berdiri sama tinggi duduk sama rendah, yang kita hormati adalah,perilakuknya, harkat martabatnya.Yang tua membimbing yang muda, yang muda bisa menghormati yang muda, tapi bersama-sama bergandengan tangan, kerukunan kebersamaan dalam wadah persudaraan sh.
Persauidaraan yg selalu saling saying menyayangi, ndak perduli darimanapun mereka berasal. Persaudaraan saling hormat menghormati, apa pun status social yg dimilik.Ndak bisa ah itu pembantu. Kita perlu. Ndak mungkin spt sy cuci sendiri.pasti kita minta sndiri. Peranan pembantu penting bagi kita. Maka kita pun wajib menghormatinya.

Persaudaraan ini akan utuh akan berkembang bila mana kita ini sama-sama bertanggung jawab.sy lahir dari mdiun, sdr dari po, yang satu dari irian , satu kahir dari Sumatra ndak ada bedanya. Yang diajarkan jurjus satu sampai 36 senam 1 sampai 90, sama. Mulainya ya sama ndak ada bedanya, psang lima sama, semua ndak ada bedanya.Diajarkan mental didikan rialatnya sama. Sing gede rialate, sing gede tirakate.

Sdr kalau mau belajar, palingh mudah belajarlah dengan situasi kondisi alam ini. Saya akan ngupas apa yang diakatakan guru sejati. (Buku Guru Sejati sudah terbit. Jika pembaca berminat bias pesan ke HP 081 335 596 811). Guru sejati itu alam, bukan manusia.Manusia itu pasti akan diikukti dengan ketamakannya. Tapi alam ndak akan nipu.
Itulah sdr sekalian kalau sdr mau jadi SH Terate yang handal, saatnya sdr nanti akan belajar dari alam ini. Orang SH Terate penuh dengn kesederhanaan, apapun yang dimiliki titipan sementara.

Kita merasa bangga punya kekayaan besar, dilalap api ndak sampai satu jam habis. Sdr tangisan.Tapi kalau kita berpegang teguh pada harkat martabat, saya yakin sdr sampai saatnya akan menikmatinya. Semua yang ketemu kita akan memperhatikan kita, kalau kita punya kukalitas, akan diperhitungkan.

Berhadapan dengan era sekarang ini, di luar hitungan, banyak persolan yang muncul. Makanya kita harus memiliki tekad dan jangan takut menghadapi masalah. Sebab masalah itu kekasih manusia yang paling setia. Perbedaan yang ada itu menjadikan indah dunia ini. Tanpa masalah tanpa perbedaan, dunia ini akan sunyi.

Di luar kini banyak berkembang perguruan lain. Jangan dimusuhi, karena hakekatnya kita pun tidak ingin dimusuhi. Ojo sok gawe susahe liyan, apa alane gawe senenge liyan. Kita jgn membuat susah orang lain tapi keberadaan kita ditengah masyarakat ini menjadi ayem tentrem karena kehadiran SH Terate di Ponorogo lebih kurang akan mencapai empat puluh ribu.

Saatnya sekarang apa istilahnya, kita nutupi babagan hawa songo, mandeng pucuking grono, ngeningke cipta nyuwun marang Yang Maha Kuasa. Insya Allah, apa yang dicita2kan dari adik-adik sekalian mendapat ridlo Allah swt. (bersambung)

Wassalamualaikum Wr Wb

Disunting langsung dari Pidato Ketua Umum SH Terate, H. Tarmadji Boedi Harsono,SE, oleh Andi Casiyem Sudin, Pimred Tabloid Terate.

Petuah Ketua Umum SH Terate (1)

Petuah Ketua Umum SH Terate (1)

Petuah Ketua Umum SH Terate H. Tarmadji Boedi Harsono, SE.
(Bagian 1 dari 7 tulisan).

Petuah ini adalah hasil wawancara saya Andi Cs Kisbandiyo alias Andi Casiyem Sudin dengan Ketua Umum SH Terate, H. Tarmadji Boedi Harsono,S.E

SH Terate Adalah Kumpulan Orang Ngerti Agama

Pada hakikatnya wong Setia Hati (SH) Terate adalah kumpulan orang yang ngerti agama. Legowo menerima perbedaan esensiil, perbedaan azazi. Mestinya gelut (berselisih paham, berseberangan aliran) itu tidak terjadi. Tapi fakta berbicara, di tengah kadang SH Terate itu terjadi. Itu fenomena.

Karena itu, wajar kita menghentikan pertikaian intrn kadang. Tidak ada kamus lagi berkelahi. Saya bersama Pak Polisi, siapa pun yang berkelahi tanpa alas an. Biarkan Pak Polisi nangkep dan jangan bawa nama SH Terate. SH Terate tidak berpolitik tapi fenomena akhir-akhir ini SH Terate kebawa ke politik. Ormas bukan politik bukan. SH Terate ini paseduluran yang luhur berangkat dari hati yang jernih mempunyai lambang bunga terate.

Sudah kita ketahui semua bunga terate itu indah. tidak kotor karena lumpur dan tidak basah karena air. Tapi muncul sabagai sosok kepribadian. Pak Yitno nulis pelantikan pengurusan pusat dua cabang persaudaraan tidak ada.Organisasi kita ini apa ? Organisasi kita ini paseduluran jenenge opo (namanya apa), jenenge, Setia Hati Terate. Jadi bukan jenenge persaudaraan itu jadi jeneng. Maka SH Terate ini saya orang SHT, saya setia hati saya orang terate. Saya orang terate saya orang yang bertanggung jawab pada SH Terate.

SH Terate bukan seperti sekolahan. SH Terate itu indah, alami. Kita bergerak alami. Saya berterima kasih sekali pada saudara kita ora ngitung duwit, berapa biaya dari Irian sampai ke sini (Madiun). Saya tanya mas Taufik (Dirjen Koperasi, Dr. Taufik, red) paling tidak sepuluh juta. Itu harta dewe (sendiri). Dari Sumatera sama, Paling cedak (dekat) wong Mediun ora ngetokke duwit opo-opo (tidak mengeluarkan uang banyak untuk transport).

Dan kegiatan kita sepakat untuk guyup rukun sesuai ajaran SH Terate. Orang banyak yang mau minta bantuan. Tapi kita jangan sampai minta bantuan ke sana ke mari. Kita harus bias berdiri, berjalan dan tegak bertahan dengan kekuatan kita sendiri.

Padepokan ini berdiri atas bantuan siapa? Saya jawab tidak pernah minta bantuan. Ini lantaran mampu untuk berdiri sendiri hati. Saudara saya dari cabang dengan rela mendidik masyarakat-masyarakatnya dari mana sisa-sisa yang saudara berikan ada yang pernah dan ada yang tidak ada yang setengah tidak yang itu haknya pusat.

Anggaran yang digunakan dari kadang SH Terate. Kita himpun bersama-sama. Akeh ( JIka uangnya sudah terkumpul banyak, red) oke mari kita bangun padepokan. Kurang yo sedikit-dikit kita pikul bareng. Prinsip semua itu untuk dulur-dulur SH Terate.

Dan di sini yang ada adalah kita ketemu sedulur. Bukan sedang bermain politik. Saya tidak melarang saudara berpolitik. Itu hak pribadi saudara-saudara saya. Hak setiap warga Negara. Mau ikut partai mana pun silakan. Gak ada masalah. Tapi begitu masuk Padepokan, kita harus berbaju sama. Baju politik masing-masing dilepas, dan bersama-sama berbaju SH Terate.

Saya wong SH Terate, orang SH Terate jangan mengolok-ngolok saudara lain. Kita diajari ojo sak karepe dewe. JIka terjadi perbedaan pendapat, salah paham, itu fenomena berorganisasi. Ini harus kita sadari bersama. Jangan menjelekkan saudara sendiri. Kita ini paguyupan paseduluran. Anggota kita banyak. Kita juga dikaruniai kelebihan kelebihan. Tapi saya tekankan, kita bukan yang terhebat. Jangan merasa paling hebat merasa pinter. Di atas langit masih ada langit.

SH terate sudah hidup 87 tahun. Tahun 1922-2009 kita masih bagian-bagian saya ingat kita tinggal menjadi organisasi yang disegani dan yang dtakuti, sekarang ibaratnya bangun kembali kita harus menjadi organisasi yang disenangi masyarakat dan diharapkan masyarakat jadi pegangan masyarakast. Akhirnya kita jadi organisasi yang disegani,tapi ditakuti mergo iso gelut.

Kewajiban kita ini bersaama-sama pengurus pusat menjaga citra organisasi. Pengurus pusat sendiri, saya tekankan, jangan merem. Pengurus pusat, cabang jangan merasa rendah. Kita di SHT adalah sama. Karya kita diatur oleh aturan bahwa yang menjadi pengurus pusat domisili di kota Madiun. Saya mengharap dengan sangat dari manapun kita, langkah SHT harus menjunjung tinggi budi luhur. Menjunjung tinggi Pancasila demi Indonesia jaya.

Kita berdarma di SH Terate tanpa pamrih. Maka SHT harus kita jaga. Jangan sampai kita punya pamrih jadi ketua agar jadi DPR RI.

Kalau saya jadi ketua DPRD bukan karena dulu berdarma di SH Terate karena pamrih ingin jadi Katua DPRD. Tapi, barangkali karena ketua umum SH Terate di pandang masyarakat baik, ya saya dipilih jadi ketua. Tapi saya tidak pernah minta tolong pada kadang SH Terate untuk menjadikan saya sebagai ketua DPRD.

Saya tidak pernah membawa atribut politik saya ke dalam padepokan. Tidak pernah, saya ngomong aja gak pernah. Saya beri contoh pada sudara-saudara, itu kegiatan pribadi-pribadi. Kalau baik akan diikuti kalou jelek akan dicemooh. Dan itu resikonya. Kerena itu, yang terbaik sekarang ini, mari saatnya SH Terate ini kembali pada jati diri.

Saya berbahagia dan senang sekali saudara-saudara saya seluruhnya hadir, yang tidak hadir tidak ada karena keterbatasan mungkin dana, mungkin waktu yang penting, yo abot sanggane.

Saya jatuh sakit itu tahun 98, pandangan mata saya kabur. Sampai-sampai tembok saya tabrak, karena tak anggep dalan. Tahun 2007 akhir saya jatuh sakit lagi. Saya slento (saraf motorik tidak bekerja optimal, red) wong ngalor pundake neng kidul (inginnya berjalan ke utara tapi bahu bergerak ke selatan,red). Saya harus sembuh. Bangun kau Tarmadji (ketua umum bicara pada diri sendiri). Kalau ketua umum meninggal itu gantinya siapa? Kumpul doyo prakoso. Kumpulo! Allhamdulilah, saya kembali sehat.

Tahun 2009, saya dicalonkan jadi Walikota Madiun. (kesaksian penyunting, saat itu sejumlah petinggi parpol dan LSM di Kota Madiun banyak yang hadir di kediaman H. Tarmadji Boedi Harsono,SE. Mereka meminta Mas Madji maju dalam pemilihan Walikota Madiun. Pada tahun 2008 Mas Madji juga diminta menjadi calon Bupati Madiun oleh PDIP DPC Kabupaten Madiun, meski Mas Madji sendiri sebenarnya pengurus teras Partai Golkar Kota Madiun. Tapi, Mas Madji juga meolak dengan halus).Tapi saya sudah tidak mau. Saya tahu apa yang bakal terjadi jika saya jadi bupati atau waikota dan saya gak apa-apa. Alhamdulillah kersane Gusti Allah, saya ditangeke maneh (sembuh) sampai sekarang ini.

Saya tidak mau sakit yang ketiga kalinya. Karena tidak mau yang ke -3 kalinya, saya mulai masuk kapanditan. Masuk kapanditan itu tidak menjadi pandito. Mulai masuk sekarang tarifnya pandito itu lain. Jadi promo kehidupan dari awal sampai jadi orang SHT ini ibaratnya almarhum pendidik saya tadi wancine ndang cepet terno.

Tapi kita sadar manusia itu puya keterbatasan ora enek wong ora ngapusi mesti ngapusi. Istilahnya dara sembada. Ngono yo ngono neng ojo ngono. Maka di dalam didikan Islam setiap detik kita harus istiqfar. Astaqfirullah haladhim. Kita mohon ampunan kepada Allah SWT. Setiap saat kita tidak tahu kapan kita akan meninggal dunia ini. Karena disadari oleh kita semua. Maka kita membangun SH Terate dengan kerukunan, kebersamaan. Kita tahu kekekurangan diri kita sendiri. Kita tahu setiap orang punya kekurangan, punya kelemahan. Tapi orang SH Terate tabu untuk ngrasani tanggane. (bersambung)

(Disunting dari petuah langsung Ketua Umum SH Terate, H. Tarmadji Boedi Harsono,SE, dalam acara Temu Kadang di Padepokan SH Terate awal Tahun 2009)